Minggu, 01 Juni 2014

Teks Anekdot

TEKS ANEKDOT


TEKS ANEKDOT
PENGERTIAN

Anekdot adalah sebuah cerita singkat dan lucu atau menarik, yang mungkin menggambarkan kejadian atau orang sebenarnya.

Anekdot selalu disajikan berdasarkan pada kejadian nyata melibatkan orang-orang yang sebenarnya, apakah terkenal atau tidak, biasanya di suatu tempat yang dapat diidentifikasi.

Namun, seiring waktu, modifikasi pada saat penceritaan kembali dapat mengubah sebuah anekdot tertentu menjadi sebuah fiksi, sesuatu yang diceritakan kembali tapi "terlalu bagus untuk nyata".

UNSUR-UNSUR
  • Nyata
  • Lelucon
  • Kritik
  • Sindiran
  • Lucu
  • Singkat
  • Menarik
  • Mengesankan
  • Ada dialog
  • Ada partisipan 

STRUKTUR

Abstraksi
Isyarat akan apa yang akan diceritakan berupa kejadian yang tidak lumrah, tidak biasa, aneh, atau berupa rangkuman atas apa yang diceritakan atau dipaparkan teks, sifatnya optional

Orientasi
Pendahuluan atau pembuka berupa pengenalan tokoh, waktu, dan tempat

Krisis
Pemunculan masalah

Reaksi
Tindakan atau langkah yang diambil untuk merespon masalah.

Koda
Perubahan yang terjadi pada tokoh dan pelajaran yang dapat di petik dari cerita sifatnya opsional

Teks Eksposisi

TEKS EKSPOSISI



PENGERTIAN

Eksposisi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimanaisinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian sertamenambah wawasan pembaca mengenai suatu hal dengan gaya penulisan yangsingkatakuratdan padat.

STRUKTUR

  • Tesisberisi pernyataan pendapat dari suatu wacana yang ingin disampaikanoleh penulis.
  • Argumentasiberisi alasan yang mendukung pendapat yang diusulkan danmemiliki data yang kuat.
  • Penegasan ulang pendapatberisi gagasan pribadi dikemukakan kembali danbeberapa saran yang membangun.
PENGERTIAN KAIDAH

Kaidah adalah petunjuk hidupyaitu petunjuk bagaimana seharusnya kita berbuat,bertingkah lakutidak berbuat dan tidak bertingkah laku di dalam masyarakat.

Dengan demikian norma dan kaidah tersebut berisi perintah atau larangan , setiap oranghendaknya mentaati norma atau kaidah itu agar kehidupan dapat tenteram dan damai.


KAIDAH DALAM TEKS EKSPOSISI

Adapun ciri kaidah kebahasaan dalam teks eksposisi, yakni : 
  • Memuat pronomina
  • Nomina
  • Verba
  • Adjektiva
  • Adverbia
  • Konjungsi
MENGINTERPRETASI MAKNA SEBUAH TEKS

Interpretasi atau penafsiran adalah proses komunikasi melalui lisan atau gerakan antaradua atau lebih pembicara yang tak dapat menggunakansimbol-simbol yang samabaiksecara simultan (dikenal sebagai interpretasi simultanatau berurutan (dikenal sebagaiinterpretasi berurutan).

Menurut definisiinterpretasi hanya digunakan sebagai suatu metode jika dibutuhkan

Teks Prosedur Kompleks

TEKS PROSEDUR KOMPLEKS

1.   Pengertian Prosedur KompleksPengenalan struktur isi teks prosedur kompleksProsedur Kompleks    : jenis teks yang berisi langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Langkah-langkah itu biasanya tidak dapat dibalik-balik, tetapi apabila teks prosedur mengandung langkah-langkah yang dapat dibalik-balik, teks tersebut disebut protokol.2.   Struktur Teks Prosedur Kompleksa.    Tujuan yang akan dicapaiBerisi tujuan dari pembuatan teks prosedur kompleks atau hasil akhir yang akan dicapai (dapoat berupa judul).a.    Langkah-langkahBerisi cara-cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan (biasanya tidak dapat diubah urutannya)3.   Ciri Kebahasaanv  Konjungsi  Temporal (kata penghubung waktu)Macam-Macam Konjungsia.    Konjungsi waktu : sesudah, setelah, sebelum, lalu, kemudian, setelah itub.    Konjungsi gabungan : dan, serta, denganc.    Konjungsi pertentangan : tetapi, akan tetapi, namun, melainkan, sedangkand.    Konjungsi pilihan : ataue.    Konjungsi penegasan/penguatan : bahkan, apalagi, hanya, lagi pula, itu punf.     Konjungsi pembatasan : kecuali, selain, asalg.    konjungsi tujuan : agar, supaya, untukh.    Konjungsi persyaratan : kalau, jika, jikalau, bila, asalkan, bilamana, apabilai.      Konjungsi perincian : yaitu, adalah, ialah, antara lain, yaknij.     Konjungsi penjelasan : bahwak.    Konjungsi sebab akibat : karena, sehingga, sebab, akibat, akibatnyal.     Konjungsi perbandingan : bagai, seperti, ibarat, serupam.  Konjungsi penyimpulan :oleh sebab itu, oleh karena itu, jadi, dengan demikianv   Kata Baku dan Tidak BakuKata Baku adalah kata standar, pokok, atau utama yang menjadi tolok ukur yang berlakucontoh :Baku-Tidak BakuAktif-AktipAktivitas-AktifitasApotek-ApotikAnalisis-AnalisaAsas-AzasAtlet-AtlitAtmosfer-AtmosfirCenderamata-CinderamataDefinisi-DifinisiFebruari-PebruariHakikat-HakekatHipotesis-HipotesaHierarki-HirarkiIjazah-IjasahIzin-IjinJadwal-JadualJenazah-Jenasahv  Partisipan ManusiaMeliputi pronomina atau kata ganti yang digunakan untuk penyebutan berikutnya, seperti –nya (kata ganti orang ketiga tunggal) yang mengacu pada subjek (orang)Contoh :Jika pengendara melakukan pelanggaran,tentu pihak yang berwajib menilangnya.v  Verbaa.    Verba material  verba yang mengacu pada tindakan fisik (melakukan, memukul, menilang)b.    Verba tingkah laku : verba yang mengacu pada sikap yang dinyatakan pada  ungkapan verbal (bukan sikap mental yang tidak tampak), seperti menerima, menolak 4.   Kaidah Teks Prosedur KompleksBanyak dijumpai kalimat perintah. Konsekuensi dari penggunaan kalimat perintah adalah pemakaian kata kerja imperatif, yakni kata yang menyatakan perintah, keharusan, atau larangan. seperti : bacalah, carilah, pakailah.5.   Prinsipa.    Makna kata, istilah dalam teks prosedur kompleksb.    Kata-kata baku dan tidak baku dalam teks prosedur komleks.c.    Pengenalan ciri bahasa  teks prosedur kompleksd.    Ciri bahasa yang dipergunakan dalam teks prosedur kompleks adalah bahasa dengan mempergunakan kaidah baku dan komunikatif.

Naskah Drama Negosiasi

Naskah Teks Negoisasi

Teks Drama Negosiasi
Kelompok 5
Anggota :
- Aditya Dharmawan B.    : Warga 2
- Arbi Nurhakim                  : Mahasiswa 1
- Fitri Ariyanti                      : Warga 1
- M. Wildan                          : Pemilik Kost 1
- Petrus Bachtiar                 : Mahasiswa 2
- Vania Olivia A.                  : Pemilik Kost 2

Suatu hari, Arbi bertemu dengan Petrus yang sudah lama tidak berjumpa. Ternyata mereka ingin mencari rumah sewa untuk ditinggalinya. Akhirnya mereka mencari rumah sewa bersama-sama ke sebuah daerah.

Arbi                : “Petrus?”
Petrus            : “Apakah kau Arbi?”
Arbi                : “Iya, Wah kita bertemu kembali Sob! Apa kabar?”
Petrus            : “Wah luar biasa baik. Kau  sendiri?”
Arbi                : “Baik Sob.”
Petrus            : “Lagi mau ngapain nih?”
Arbi                : “Mencari rumah sewa Pet, untukku tinggali. Kau sendiri?”
Petrus            : “Wah, kita sama Bi.”
Arbi               : “Bagaimana kalau kita mencari bersama-sama?”
Petrus            : “Ide cemerlang. Ayo!”

Mereka mencari rumah sewa dengan bertanya-tanya ke warga setempat.

Arbi                : “Selamat siang menjelang sore,Tante.”
Fitri                 : “Enak aja manggil tante, panggil kakak aja biar kesannya lebih muda  hehehe.”
Petrus            : “Iya kakak.”
Arbi                : “Kak, Saya numpang tanya. Di daerah sini masih ada rumah sewa yang harganya cocok untuk      anak muda  ngga, Kak?”
Petrus            : ‘Iya Kak, maksudnya kost-kostan gitu.”
Fitri                 : “Oh, kalian mau mencari kost-kostan. Coba kalian berdua kesana kemarin sepertinya ada yang kosong.” (sambil menunjuk kesuatu rumah)
Arbi dan Petrus  : “Baiklah. Terima kasih Tante… maksud kita Kakak.”
Setelah menanyakan ke salah seorang warga, mereka diberi tahu bahwa ada sebuah rumah yang ada kost-kostannya.

Arbi dan Petrus  : “Selamat siang.”
Wildan           : “Selamat siang.”
Petrus            : “Pak, tadi kata salah satu warga disini Bapak menyewakan kost-kostan. Apakah benar,Pak?”
Wildan           : “Benar sekali anak muda.”
Arbi                : “Apakah masih ada kamar kosong untuk kita tempati,Pak?”
Wildan           : “Maaf, sudah penuh.”
Petrus            : “Bagaimana nih Bi? Kita sudah menelusuri tetapi belum dapat.”
Arbi                : “Sabar Sob. Masih ada hari esok.”
Wildan           : “Saya punya saran buat kalian, coba kalian cari di internet.”
Petrus            : “Wah, ide bagus Pak.”
Arbi                : “Terima kasih Pak.”
Wildan           : “Sama-sama Nak.”

Ternyata rumah yang dikatakan oleh salah satu warga tersebut sudah penuh. Akhirnya dengan mencoba saran dari Bapak yang baru ditemuinya tadi, mereka mencari di internet.

Petrus            : “Wah Sob! Dapat nih.”
Arbi                : “Dapat apaan Sob?”
Petrus            : “Kost-kostan lah Sob.”
Arbi                : “Wah iya tuh. Sekamar berdua dan fasilitasnya juga oke. Yuk kita ke alamat tersebut.”
Petrus            : “Yuk.”

Setelah mendapatkan alamat dari internet merekapun mencoba mendatangi alamat tersebut.

Petrus            : “Selamat sore Om.”
Adit                : “Enak saja kamu memanggil Saya dengan sebutan itu. Panggil saya pak,hahaha. Ga liat nih Saya punya uban.” (menunhukan rambunya yang putih-putih sudah ditumbuhi uban)
Arbi                : “Ubanan kakek-kakek kali.”
Adit                : “Hei, kamu! Saya dengar kamu. Panggil saja bapak, walaupun ubanan gini tapi muka tetap oke kan.”
Petrus            : “Iyalah Pak, terserah. Kedatangan kita disin hanya ingin menanyakan alamat.”
Arbi                : “Apakah Bapak tahu alamat ini?” (menunjukan sebuah kertas yang berisi alamat)
Adit                : “Oh, ini Saya tahu. Adik tinggal belok kanan, lurus, pertigaan belok kiri, lurus terus, liat aja kiri dan kanan, adik tinggal mencari nomor rumahnya.”
Petrus            : “Ah ribet.”
Arbi                : “Bagaimana kalau Bapak mengantarkan kita?”
Adit                : “Pengen banget atau pengen aja nih? Bercanda kok, mari saya tunjukkan.”
Petrus            : “Wah Bapak berhati mulia sekali.”

Sesampainya dimah yang dituju.

Adit                : “Permisi, Bu Vani.”
Vania             : “Eh Opa Adit. Kenapa Opa?”
Adit                : “Ini ada dua anak muda sedang mencari kost-kostan,katanya melihat iklan tempat Ibu di internet.”
Vania             : “Oh, kalau begitu silahkan masuk.”
Adit                : “Sudah ya Bu, Saya pulang.”
Vania             : “Oh iya. Terima kasih Opa.”
Arbi dan Petrus       : “Dadah Opa, eh maksudnya Bapak.”

Setelah Bapak Adit mengantar Arbi dan Petrus, ia pun pulang. Ibu Vania memperliahatkan kamar yang telah disediakan.

Vania             : “Nah, ini kamarnya. Satu kamar boleh untuk dua orang.”
Arbi                : “Wah boleh dua orang nih Bu, jadi bisa patungan gitu dong Bu?”
Vania             : “Iya.”
Petrus            : “Wah sepertinya Saya tertarik. Bagaimana denganmu, Bi?”
Arbi                : “Aku juga,Pet.”
Vania             : “Beginilah kost-kostan yang saya punya.”
Petrus            : “Berapa Bu harga perbulannya?”
Vania             : “Disini bayarnya tahunan, Dik.”
Arbi                : “Berapa setahunnya, Bu?”
Vania             : “Rp7.500.000 per tahun.”
Petrus            : “Wah Bu, nego dong. Biasa bu kantong mahasiswa.”
Arbi                : “Iya Bu, nego dong Bu.”
Vania             : “Ya, boleh. Berapa?”
Arbi                : “Rp6.500.000 bagaimana Bu?”
Petrus            : “Yah jangan Bi, jauh banget.”
Vania             : “Yah Saya bisa rugi kalau segitu.”
Petrus            : “Bagaimana kalau Rp6.200.000.”
Arbi                : “Ye, Pet… gini Bu, bulanan saja dong Bu. Kita belum ada kalau buat tahunan. Ya gak, Pet?”
Petrus            : “Iya Bu. Tolong banget, ngga kasihan melihat tampang kita begini?”
Vania             : “Yasudah. Rp650.000 per bulan ya.”
Petrus            : “Wah setuju Bu. Terima kasih ya Bu.”
Arbi                : “Terima Kasih bu. Ini uangnya.”
Vania             : “Oke. Saya terima uangnya. Sebelumnya isi dulu formulir biodata ini.”
Petrus            : “Ini Bu, sudah kita isi.”
Vania             : “Oiya, Petrus dan Arbi ini kunci kamarnya. Semoga kalian betah disini.”
Petrus daan Arbi    : “Terima kasih Bu.”


Setelah bernegosiasi dengan ibu kostnya Arbi dan Petrus pun menempati kamar tersebut dengan senang hati.


Hasil drama negosiasi:

https://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=-ROSptc7_xo

Selamat menikmati teman :)

Teks Laporan Observasi

TEKS LAPORAN OBSERVASI

·      Teks laporan observasi adalah teks yang berisi penjabaran umum atau melaporkan sesuatu berupa hasil dari pengamatan (observasi). Teks laporan observasi disebut juga teks klasifikasi,karena memuat klasifikasi mengenai jenis-jenis tertentu.
·      Teks laporan observasi juga mempunyai beberapa ciri-ciri,yaitu :
1.         Harus mengandung fakta
2.       Bersifat objetkif
3.        Ditulis lengkap
4.      Tidak memihak
5.       Menambah pengetahuan dan wawasan kepada pembaca
6.      Bersifat global
·      Kebanyakkan orang berpendapat bahwa teks laporan sama dengan teks deskripsi. Tetapi sebenarnya, sifat kedua teks tersebut berbeda. Teks laporan observasi menggambarkan sesuatu yang umum. Sedangkan teks deskripsi,menjelaskan sesuatu yang khusus dari sebuah topik.
·      Dalam membuat teks laporan observasi,kita harus mengetahui struktur-struktur teks laporan observasi agar kita tidak salah membuat laporan tersebut. Berikut STRUKTUR-STRUKTUR :
1.         Pernyataan umum atau klasifikasi (biasanya diawal paragraf)
2.       Anggota atau aspek yang dilaporkan ( terdiri dari Pendahuluan, isi,kesimpulan)
·      Sebelum kita ingin membuat laporan hasil observasi, kita harus melakukan beberapa tahapan sebagai berikut :
1.         Mengamati objek yang akan kita observasi.
2.       Mencatat data yang diperlukan.
3.        Data yang dicatat haruslah data yang akurat sesuai hasil pengamatan.
4.      Data yang disajikan adalah hasil penelitian terkini.
5.       Jika diperlukan, dapat melakukan wawancara dengan narasumber sebagai penguat dan referensi.