Minggu, 01 Juni 2014

Naskah Drama Negosiasi

Naskah Teks Negoisasi

Teks Drama Negosiasi
Kelompok 5
Anggota :
- Aditya Dharmawan B.    : Warga 2
- Arbi Nurhakim                  : Mahasiswa 1
- Fitri Ariyanti                      : Warga 1
- M. Wildan                          : Pemilik Kost 1
- Petrus Bachtiar                 : Mahasiswa 2
- Vania Olivia A.                  : Pemilik Kost 2

Suatu hari, Arbi bertemu dengan Petrus yang sudah lama tidak berjumpa. Ternyata mereka ingin mencari rumah sewa untuk ditinggalinya. Akhirnya mereka mencari rumah sewa bersama-sama ke sebuah daerah.

Arbi                : “Petrus?”
Petrus            : “Apakah kau Arbi?”
Arbi                : “Iya, Wah kita bertemu kembali Sob! Apa kabar?”
Petrus            : “Wah luar biasa baik. Kau  sendiri?”
Arbi                : “Baik Sob.”
Petrus            : “Lagi mau ngapain nih?”
Arbi                : “Mencari rumah sewa Pet, untukku tinggali. Kau sendiri?”
Petrus            : “Wah, kita sama Bi.”
Arbi               : “Bagaimana kalau kita mencari bersama-sama?”
Petrus            : “Ide cemerlang. Ayo!”

Mereka mencari rumah sewa dengan bertanya-tanya ke warga setempat.

Arbi                : “Selamat siang menjelang sore,Tante.”
Fitri                 : “Enak aja manggil tante, panggil kakak aja biar kesannya lebih muda  hehehe.”
Petrus            : “Iya kakak.”
Arbi                : “Kak, Saya numpang tanya. Di daerah sini masih ada rumah sewa yang harganya cocok untuk      anak muda  ngga, Kak?”
Petrus            : ‘Iya Kak, maksudnya kost-kostan gitu.”
Fitri                 : “Oh, kalian mau mencari kost-kostan. Coba kalian berdua kesana kemarin sepertinya ada yang kosong.” (sambil menunjuk kesuatu rumah)
Arbi dan Petrus  : “Baiklah. Terima kasih Tante… maksud kita Kakak.”
Setelah menanyakan ke salah seorang warga, mereka diberi tahu bahwa ada sebuah rumah yang ada kost-kostannya.

Arbi dan Petrus  : “Selamat siang.”
Wildan           : “Selamat siang.”
Petrus            : “Pak, tadi kata salah satu warga disini Bapak menyewakan kost-kostan. Apakah benar,Pak?”
Wildan           : “Benar sekali anak muda.”
Arbi                : “Apakah masih ada kamar kosong untuk kita tempati,Pak?”
Wildan           : “Maaf, sudah penuh.”
Petrus            : “Bagaimana nih Bi? Kita sudah menelusuri tetapi belum dapat.”
Arbi                : “Sabar Sob. Masih ada hari esok.”
Wildan           : “Saya punya saran buat kalian, coba kalian cari di internet.”
Petrus            : “Wah, ide bagus Pak.”
Arbi                : “Terima kasih Pak.”
Wildan           : “Sama-sama Nak.”

Ternyata rumah yang dikatakan oleh salah satu warga tersebut sudah penuh. Akhirnya dengan mencoba saran dari Bapak yang baru ditemuinya tadi, mereka mencari di internet.

Petrus            : “Wah Sob! Dapat nih.”
Arbi                : “Dapat apaan Sob?”
Petrus            : “Kost-kostan lah Sob.”
Arbi                : “Wah iya tuh. Sekamar berdua dan fasilitasnya juga oke. Yuk kita ke alamat tersebut.”
Petrus            : “Yuk.”

Setelah mendapatkan alamat dari internet merekapun mencoba mendatangi alamat tersebut.

Petrus            : “Selamat sore Om.”
Adit                : “Enak saja kamu memanggil Saya dengan sebutan itu. Panggil saya pak,hahaha. Ga liat nih Saya punya uban.” (menunhukan rambunya yang putih-putih sudah ditumbuhi uban)
Arbi                : “Ubanan kakek-kakek kali.”
Adit                : “Hei, kamu! Saya dengar kamu. Panggil saja bapak, walaupun ubanan gini tapi muka tetap oke kan.”
Petrus            : “Iyalah Pak, terserah. Kedatangan kita disin hanya ingin menanyakan alamat.”
Arbi                : “Apakah Bapak tahu alamat ini?” (menunjukan sebuah kertas yang berisi alamat)
Adit                : “Oh, ini Saya tahu. Adik tinggal belok kanan, lurus, pertigaan belok kiri, lurus terus, liat aja kiri dan kanan, adik tinggal mencari nomor rumahnya.”
Petrus            : “Ah ribet.”
Arbi                : “Bagaimana kalau Bapak mengantarkan kita?”
Adit                : “Pengen banget atau pengen aja nih? Bercanda kok, mari saya tunjukkan.”
Petrus            : “Wah Bapak berhati mulia sekali.”

Sesampainya dimah yang dituju.

Adit                : “Permisi, Bu Vani.”
Vania             : “Eh Opa Adit. Kenapa Opa?”
Adit                : “Ini ada dua anak muda sedang mencari kost-kostan,katanya melihat iklan tempat Ibu di internet.”
Vania             : “Oh, kalau begitu silahkan masuk.”
Adit                : “Sudah ya Bu, Saya pulang.”
Vania             : “Oh iya. Terima kasih Opa.”
Arbi dan Petrus       : “Dadah Opa, eh maksudnya Bapak.”

Setelah Bapak Adit mengantar Arbi dan Petrus, ia pun pulang. Ibu Vania memperliahatkan kamar yang telah disediakan.

Vania             : “Nah, ini kamarnya. Satu kamar boleh untuk dua orang.”
Arbi                : “Wah boleh dua orang nih Bu, jadi bisa patungan gitu dong Bu?”
Vania             : “Iya.”
Petrus            : “Wah sepertinya Saya tertarik. Bagaimana denganmu, Bi?”
Arbi                : “Aku juga,Pet.”
Vania             : “Beginilah kost-kostan yang saya punya.”
Petrus            : “Berapa Bu harga perbulannya?”
Vania             : “Disini bayarnya tahunan, Dik.”
Arbi                : “Berapa setahunnya, Bu?”
Vania             : “Rp7.500.000 per tahun.”
Petrus            : “Wah Bu, nego dong. Biasa bu kantong mahasiswa.”
Arbi                : “Iya Bu, nego dong Bu.”
Vania             : “Ya, boleh. Berapa?”
Arbi                : “Rp6.500.000 bagaimana Bu?”
Petrus            : “Yah jangan Bi, jauh banget.”
Vania             : “Yah Saya bisa rugi kalau segitu.”
Petrus            : “Bagaimana kalau Rp6.200.000.”
Arbi                : “Ye, Pet… gini Bu, bulanan saja dong Bu. Kita belum ada kalau buat tahunan. Ya gak, Pet?”
Petrus            : “Iya Bu. Tolong banget, ngga kasihan melihat tampang kita begini?”
Vania             : “Yasudah. Rp650.000 per bulan ya.”
Petrus            : “Wah setuju Bu. Terima kasih ya Bu.”
Arbi                : “Terima Kasih bu. Ini uangnya.”
Vania             : “Oke. Saya terima uangnya. Sebelumnya isi dulu formulir biodata ini.”
Petrus            : “Ini Bu, sudah kita isi.”
Vania             : “Oiya, Petrus dan Arbi ini kunci kamarnya. Semoga kalian betah disini.”
Petrus daan Arbi    : “Terima kasih Bu.”


Setelah bernegosiasi dengan ibu kostnya Arbi dan Petrus pun menempati kamar tersebut dengan senang hati.


Hasil drama negosiasi:

https://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=-ROSptc7_xo

Selamat menikmati teman :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar